Postingan

Puisi

Telaga Duka Ibu mengabaikan Ayah tak menghiraukan Kakak kian menghujam Adik mempertentangkan             Kesendirian ku rasakan             Kebencian yang menyakitkan Ku berada di lautan sepi Tiap hari ku ratapi Ku larut di telaga duka Hingga tuhan pun ku lupakan

Puisi

Jika saja engkau tau Ibu semua ini ku persembahkan untukmu Jika aku tak mencintaimu setulus hatiku, mungkin aku akan seperti mereka, apapun yang dibutuhkan minta kepadamu, apapun yang diinginkan minta kepadamu, berfoya-foya uang darimu, shoping, kongko-kongko dengan teman-teman tidak tau waktu dan lelahnya dirimu. Jika aku tak mencintaimu setulus hatiku, mungkin aku seperti mereka yang biaya apapun darimu, yang kuliah demi gengsi dan mengisi waktu. Jika aku tak mencintaimu setulus hatiku, mungkin aku seperti mereka yang melewati waktu remaja dengan suka-suka hati. Jika aku tak mencintaimu setulus hatiku, mungkin aku seperti mereka yang berusaha mencari cinta selain dirimu. semua itu tidak ku lakukan ibu karena tulusnya cintaku kepadamu, karena aku yakin cintamu mampu membuatku hidup menjadi lebih hidup, cintamu melebihi cinta dari siapapun, karena ku yakin cintamu yang akan mempertemukanku pada cinta sejati yang ku impikan. Aku mencintaimu ibu setulus hatiku, takk...

Puisi

Bagai Tamu Jalanan Jika hanya sekedar lalu Lalu lah saja bersikap biasa Janganlah hati beragak singgah Apalagi mengucapkannya Jika hanya sekedar menyapa Sapalah panggil saja dengan nama Janganlah bibir tersenyum tebar pesona Membuat kenangan sulit terlupa Jika benar-benar singgah Nyatakan ini bukan sementara Buktikan ini bukan cerita belaka

Bukan Ahlinya

Gambar
Cerita Padang Pasir Senin, 10 Juni 2013 Hari ini di sekolah aku mendengar dan menyimak cerita Padang Pasir dari seorang guru di tempatku beraktifitas saat ini. Sedikitnya ada hikmah yang dapat ku petik dari cerita ini. Mungkin bagi sebagian orang cerita ini sudah pernah dibacanya pada sebuah media anak-anak atau juga pernah disebarkan orang lain. Entahlah, rasanya cerita padang pasir ini pernah ku baca dank u dengar sebelumnya. Namun menikmati dan memetik pelajaran ini sendiri rasanya ada yang kurang. Untuk itu aku ingin berbagi kepada teman-teman, semoga bermanfaat. “Buk, ini aku punya cerita pendek. Mau dengar tidak?” begitu percakapan utama yang dimulai Pak Efendi, kami biasa memanggilnya begitu. “Ceritanya seru gak?” Miss Lina bertanya balik. Ya beliau biasa dipanggil miss karena beliau mengajar bahasa Inggris. “Ya seru, asalkan semua ibuk-ibuk mau mendengarkan dengan baik, tanpa komentar. Dengarkan saja dulu tak usah banyak komen. Mau tidak?” Pak Efendi berusaha mem...

Hati Yang Sempurna Untuk Menerima

Padang, 10 Juni 2013 Hmm dua hari lagi menyatakan seperempat abad sudah usiaku. Bagi kaum hawa umumnya umur segini sudah menghantuinya atas tuntutan keluarga dan keinginan hatinya. Bagaimana tidak, sekuat hati dan iman menjaga hatinya dari pacaran jahiliyah, tak tertutup kemungkinan hati pun terasa sepi. Setiap harinya pasti mengharapkan kekasih halal yang bisa dicintainya setulus hati dan mampu menerima kelebihan dan kekurangannya. Sahabat qalbu tempatnya mengadu, berbagi keluh kesah dan tempatnya bersandaran. Malam ini membuatku merenung, apa benar yang ku cari??? Kenapa masih saja tak ada yang mampu membuat hatiku berubah dan berpaling. Aku menyadari hatiku tak sempurna, tapi mengapa masih saja berharap ada yang lebih baik darinya datang menemuiku dan tidak untuk mempermainkan hatiku dengan segala pujian dan hinaan. Salahkah ku berharap seseorang itu akan datang menyempurnakan hatiku? Entahlah, selagi aku masih hidup, aku akan terus berharap. Berharap semuanya yang ku harap...

Psikologi Anak

JANGAN PELIT DENGAN PUJIAN Satu hal yang masih banyak belum dipahami oleh seorang guru ketika menyambut anak / bertemu dengan anak yang sudah lama tidak dilihatnya karena sering bolos dan cabut. Mungkin sahabat sering mendengar sapaan hangat yang sering disampaikan guru, sapaan yang tanpa kita sadari berakibat pada jatuhnya mental dan kepercayaan diri seorang anak, "Ha, lai iduik juo ang lai?" Pertanyaan tersebut tak hanya satu atau dua guru saja yang melayangkan kepada anak ini. Tapi hampir setiap guru, dan guru-guru tersebut mulai membicarakan prilaku-prilaku buruk anak tersebut didepan semua guru, bahkan didepan guru PL sekalipun dan didepan anak yang brsangkutan. “Mang nyo awak lah mati dek Buk.” “Yo lah lamo ndak nampak batang hiduang wak.” Terkadang awal masuk sekolah, tujuannya untuk berubah. Tapi karena sambutan gurunya seperti itu, hatinya enggan untuk masuk sekolah lagi. Dari ilmu psikologi anak yang sering saya baca, "Jgn sekali-kali membicarakn ti...

Berbagi Cerita Berbagi tentang Cinta

Teori Tak Pernah Sama Dengan Praktek di Lapangan 10 september 2012 Hari ini hari pertama memasuki kelas yang akan aku ajar selama pengalaman lapangan kependidikan (PLK). Hmm dek-dekan pastinya. Namun masih ada waktu untuk mempersiapkan mental barang agak 1 jam lebih. Pasalnya setiap senin pagi sekolah ini mengadakan upacara bendera. Upacara bendera yang ku lihat pagi ini sangat heboh, disetiap penjuru barisan anak-anak berbicara sehingga terjadi kebisingan. Jika mereka menyadari perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan, mungkin mereka tidak akan pernah seperti ini saat upacara bendera, pasti mereka akan sangat menghargai dan mengerti makna upacara bendera yang sesungguhnya. Setelah upacara bendera usai, kelas pertama yang ku masuki adalah kelas VII 6, siswa di kelas ini sangat peribut. Mereka tidak peduli guru mereka sudah berada di depan kelas mereka. Yang berjalan-jalan di kelas, tetap saja berjalan-jalan. Yang bernyanyi tetap saja bernyanyi, yang menggendang meja, asyi...