Postingan

Menikah Dengan Kerabat Dekat

Faktor genetik (faktor keturunan) memiliki pengaruh terhadap perkawinan seseorang dengan orang yang masih dekat hubungan kekerabatannya. Terutama pembentukan prilaku dan fisik seorang manusia yang kelak akan lahir dalam pernikahan tersebut. "Wanita dinikahi karena 4 perkara:  karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang bagus agamanya, niscaya engkau tidak akan merugi (menyesal)" (HR. Bukhari-Muslim) Jadi, yang menjadi pertimbangan dalam melamar seorang wanita adalah kondisi agamanya. Bila wanita yang dilamar ternyata baik agamanya dan baik parasnya, maka ini lebih utama. Sama saja apakah kerabat dekat ataupun jauh. Hal ini dikarenakan wanita yang komitmen dengan agamanya akan dapat menjaga harta, anak-anak, dan rumah suaminya. Sementara, kecantikan parasnya akan dapat memenuhi hajat dan menundukkan pandangan suaminya. Sehingga tidak lagi berpaling ke wanita lain. Jika yang dikhawatirkan cacat fisik pada keturunan nantinya, Allah tela...

Puisi

  KAMU Aku Mencarimu Dengan Hati Atas Petunjuk-Nya Aku Menunggumu Dengan Senang Hati Atas Ridho-Nya Jika jawaban-Nya adalah kamu, selamat berjumpa diruang bahagia Jika petunjuk-Nya adalah kamu, aku terima kamu apa adanya

Puisi

     Kerinduan Dalam kesunyian ada harapan kerinduan Kerinduan yang slalu ada di relung hati nan mendalam Kerinduan yang entah kapan ku kecup manisnya Kerinduan yang entah kapan mengisi hari-hari ceria Kerinduan yang entah siapa jadi pemenangnya Kerinduan ini masih saja sama Untuknya yang masih jadi rahasia-Nya

Puisi

Telaga Duka Ibu mengabaikan Ayah tak menghiraukan Kakak kian menghujam Adik mempertentangkan             Kesendirian ku rasakan             Kebencian yang menyakitkan Ku berada di lautan sepi Tiap hari ku ratapi Ku larut di telaga duka Hingga tuhan pun ku lupakan

Puisi

Jika saja engkau tau Ibu semua ini ku persembahkan untukmu Jika aku tak mencintaimu setulus hatiku, mungkin aku akan seperti mereka, apapun yang dibutuhkan minta kepadamu, apapun yang diinginkan minta kepadamu, berfoya-foya uang darimu, shoping, kongko-kongko dengan teman-teman tidak tau waktu dan lelahnya dirimu. Jika aku tak mencintaimu setulus hatiku, mungkin aku seperti mereka yang biaya apapun darimu, yang kuliah demi gengsi dan mengisi waktu. Jika aku tak mencintaimu setulus hatiku, mungkin aku seperti mereka yang melewati waktu remaja dengan suka-suka hati. Jika aku tak mencintaimu setulus hatiku, mungkin aku seperti mereka yang berusaha mencari cinta selain dirimu. semua itu tidak ku lakukan ibu karena tulusnya cintaku kepadamu, karena aku yakin cintamu mampu membuatku hidup menjadi lebih hidup, cintamu melebihi cinta dari siapapun, karena ku yakin cintamu yang akan mempertemukanku pada cinta sejati yang ku impikan. Aku mencintaimu ibu setulus hatiku, takk...

Puisi

Bagai Tamu Jalanan Jika hanya sekedar lalu Lalu lah saja bersikap biasa Janganlah hati beragak singgah Apalagi mengucapkannya Jika hanya sekedar menyapa Sapalah panggil saja dengan nama Janganlah bibir tersenyum tebar pesona Membuat kenangan sulit terlupa Jika benar-benar singgah Nyatakan ini bukan sementara Buktikan ini bukan cerita belaka

Bukan Ahlinya

Gambar
Cerita Padang Pasir Senin, 10 Juni 2013 Hari ini di sekolah aku mendengar dan menyimak cerita Padang Pasir dari seorang guru di tempatku beraktifitas saat ini. Sedikitnya ada hikmah yang dapat ku petik dari cerita ini. Mungkin bagi sebagian orang cerita ini sudah pernah dibacanya pada sebuah media anak-anak atau juga pernah disebarkan orang lain. Entahlah, rasanya cerita padang pasir ini pernah ku baca dank u dengar sebelumnya. Namun menikmati dan memetik pelajaran ini sendiri rasanya ada yang kurang. Untuk itu aku ingin berbagi kepada teman-teman, semoga bermanfaat. “Buk, ini aku punya cerita pendek. Mau dengar tidak?” begitu percakapan utama yang dimulai Pak Efendi, kami biasa memanggilnya begitu. “Ceritanya seru gak?” Miss Lina bertanya balik. Ya beliau biasa dipanggil miss karena beliau mengajar bahasa Inggris. “Ya seru, asalkan semua ibuk-ibuk mau mendengarkan dengan baik, tanpa komentar. Dengarkan saja dulu tak usah banyak komen. Mau tidak?” Pak Efendi berusaha mem...