Rabu, 16 Mei 2012

PENILAIAN AUTENTIK


Pengertian
Penilaian autentik (autentik assessment) adalah suatu istilah/terminology yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternative yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. Sekaligus, mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes, 1991). Dalam hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam praktek dunia nyata.
Penilaian otentik juga disebut dengan penilaian alternatif. Pelaksanaan penilaian otentik tidak lagi menggunakan format-format penilaian tradisional (multiple-choice, matching, true-false, dan paper and pencil test), tetapi menggunakan format yang memungkinkan siswa untuk menyelesaikan suatu tugas atau mendemonstrasikan suatu performasi dalam memecahkan suatu masalah. Format penilaian ini dapat berupa : a) tes yang menghadirkan benda atau kejadian asli ke hadapan siswa (hands-on penilaian), b) tugas (tugas ketrampilan, tugas investigasi sederhana dan tugas investigasi terintegrasi), c) format rekaman kegiatan belajar siswa (misalnya : portfolio, interview, daftar cek, presentasi oral dan debat).
Beberapa pembaharuan yang tampak pada penilaian otentik adalah : a) melibatkan siswa dalam tugas yang penting, menarik, berfaedah dan relevan dengan kehidupan nyata siswa, b) tampak dan terasa sebagai kegiatan belajar, bukan tes tradisional, c) melibatkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi dan mencakup pengetahuan yang luas, d) menyadarkan siswa tentang apa yang harus dikerjakannya akan dinilai, e) merupakan alat penilaian dengan latar standar (standard setting), bukan alat penilaian yang distandarisasikan, f) berpusat pada siswa (student centered) bukan berpusat pada guru (teacher centered), dan g) dapat menilai siswa yang berbeda kemampuan, gaya belajar dan latar belakang kulturalnya.
Tujuan Penilaian autentik
1.      Mengembangkan respon siswa daripada menyeleksi pilihan-pilihan yang
sudah ditentukan sebelumnya.
2.      Menunjukkan cara berpikir tingkat tinggi (higher order thinking).
3.      Secara langsung mengevaluasi proyek-proyek yang bersifat holistik atau
menyeluruh.
4.      Mensintesis dengan pembelajaran di kelas.
5.      Menggunakan kumpulan pekerjaan atau tugas siswa (portofolio) dalam
jangka waktu yang lama.
6.      Memberikan kesempatan untuk melakukan penilaian beragam.didasarkan
dari kriteria yang jelas yang diketahui oleh siswa.
7.      Berhubungan erat dengan belajar di kelas.
8.      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengevaluasi pekerjaannya.
Prinsip-prinsip penilaian autentik
1.      Mengungkap apa yang diketahui siswa
2.      Menggali kemampuan berpikir siswa
3.      Bersifat praktis
4.      Proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses
pembelajaran
5.      Penilaian harus mencerminkan masalah real atau nyata
6.      Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metoda dan kriteria yang
sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar
7.      Penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan
pembelajaran (kognitif, afektif, dan psikomotor).

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan metode penilaian autentik assessmen di kelas diantaranya :
1.      Mengatur waktu yang bersifat intensif
2.      Memastikan bentuknya kurikuler dan kegiatan yang mengembangkan kemampuan siswa
3.      Meminimalkan penilaian bias dan bersifat objektif.
Karakteristik Penilaian autentik
1.      Merupakan suatu bagian tak terpisahkan dari bagian kelas
2.      Merupakan cerminan dari dunia nyata bukan sebagai jenis kerja sekolah yang memecahkan masalah
3.      Menggunakan banyak ukuran/metode/kriteria
4.      Bersifat komperenshif dan holistic
  1. Penilaian dilakukan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung
  2. Aspek yang diukur adalah keterampilan dan performasi, bukan mengingat fakta apakah peserta didik belajar? Atau apa yang sudah diketahui peserta didik?
  3. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan, yaitu dilakukan dalam beberapa tahapan dan periodik, sesuai dengan tahapan waktu dan bahasanya, baik dalam bentuk formatif maupun sumatif.
  4. Penilaian dilakukan secara integral, yaitu menilai berbagai aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik sebagai satu kesatuan utuh.
  5. Hasil penilain digunakan sebagai feedback, yaitu untuk keperluan pengayaan (enrichment) standart minimal telah tercapai atau mengulang (remedial) jika standart minimal belum tercapai.
Manfaat autentik assesmen
1.      Menunjukkan secara lengkap seberapa baik pemahaman terhadap mater akademik.
2.      Menunjukkan dan memperkuat kompetensi-kompetensi seperti pengumpulan informasi, pemanfaatan sumber penanganan teknologi dan pemikiran sistematik
3.      Menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman mereka, dunia mereka maupun masyarakat yang lebih luas.
4.      Meningkatkan keterampilan berfikir tinggi seperti analisis, sintesis, identifikasi permasalahan, menemukan solusi, serta mengikuti hubungan sebab-akibat.
5.      Menerima tanggung jawab dan membuat pilihan-pilihan.
6.      Menghubungkan mereka dengan orang lain, termasuk berkolaborasi dalam tugas.
7.      Belajar mengevaluasi tingkat kinerja mereka sendiri.
Bentuk-Bentuk Penerapan Autentik Assesmen
1.      Portopolio - Wawancara lisan
2.      Performance - Tugas problem solving
3.      Proyek - Mendiskusikan masalah
4.      Penelitian – Diskusi
5.      Menulis/Esai – Simulasi
6.      Merevisi – Presentasi
7.      Respon tertulis - Analisis lisan , dll
Perbedaan autentik assesmen dengan tradisional assesmen
Autentik Assesmen
Tradisional Assesmen
Waktu ditentukan oleh guru dan siswa
Mengukur kecepatan tingkat tinggi
Menerapkan strategi-strategi kritis dan kreatif
Memiliki perspektif menyeluruh
Menggunakan standar individu
Bertumpu pada internalisasi
Solusi yang benar banyak
Mengungkap proses
Mengajar demi kebutuhan
Periode waktu khusus
Mengukur kecepatan tingkat rendah
Meningkatkan tugas dan latihan
Memiliki perspektif sempit
Menggunakan standar kelompok
Bertumpu pada ingatan (memorisasi)
Hanya satu solusi yang benar
Mengungkapkan kecapakan
Mengajar untuk ujian

Rubrik Penyekoran Autentik Assesmen
Angka Karakteristik
0 = Gagal mencapai kesimpulan
1 = Menarik kesimpulan yang tidak didukung data
2 = Menarik kesimpulan yang didukung data tetapi gagal
3 = Menunjukkan bukti-bukti untuk kesimpulan tersebut. Menarik kesimpulan yang didukung data
Langkah langkah autentik assesmen
1.      Mengidentifikasi standar untuk siswa,
2.      Untuk standar tertentu atau suatu set standar, mengembangkan suatu tugas untuk siswa yang dapat menunjukkaan bahwa mereka telah memenuhi standar itu
3.      Mengidentifikasi karakteristik kinerja yang baik pada kriteria tugas,
4.      Untuk setiap kriteria, identifikasi dua atau lebih tingkat performa siswa yang dilakukan bersama-sama. Kombinasi kriteria dan tingkat kinerja untuk masing-masing kriteria akan dibuat suatu rubrik untuk tugas sebagai pedoman penilaian.
Penilaian autentik mengajak para siswa untuk menggunakan pengetahuan akademik dalam konteks dunia nyata untuk tujuan yang bermakna. Sebagai contoh, para siswa menjelaskan informasi akademik yang telah mereka pelajari dalam pendidikan agama Islam. Ketika melakukan tugas dalam penilaian autentik tersebut, para siswa menghadapi tantangan-tantangan yang lazim menyertai setiap usaha untuk mencapai hasil yang berarti dalam konteks pekerjaan dan masyarakat.
Pada umumnya para pendidik mengenali empat jenis penilaian autentik: potofolio, pengukuran kinerja, proyek, dan jawaban tertulis secara lengkap. Dalam kategori yang luas tersebut, kemungkinan untuk melakukan penilaian autentik sangat besar.

1 komentar:

  1. maaf ukhti,.. itu sumbernya(daftar pustaknya) dr mna ya boleh kh sy mnta ukhti??

    BalasHapus